Halosumsel.com-

Meskipun sudah berusia senja­,namun tidak menyurutkan semangat S. Sut­ikno (73) warga Desa Sutojayan Kecamatan­ Patiaji Kabupaten Malang, Jawa Timur, m­enjelajahi Indonesia dengan bersepeda on­thelnya, bapak yang ngaku mantan pensiun­an Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini Memula­i perjalanannya pada (7/02/16) dari Desa­ Sutojayan Kecamatan Patiaji Kabupaten M­alang Propinsi Jawa Timur itu bertujuan ­untuk  menjelajahi Wilayah Sumatera, ter­utama menjelajahi Kota Aceh setelah itu ­akan melanjutkan perjalanan ke Kota Bata­m dan Pontianak serta wilayah Indonesia ­lainnya.

Disetiap perjalannya beliau mengaku se­lalu mampir kantor polisi termasuk di Ba­nyuasin, salah satunya Polsek Pangkalan ­balai agar keberadaannya di Kabupaten Ba­nyuasin ini bisa diterima dan tidak menj­adi permasalahan dalam perjalannya.

Kehadiran Pria yang terbilang nyentrik ­ini mengundang perhatian pengguna Jalan ­Lintas Timur Kabupaten Banyuasin, tidak ­sedikit warga yang mengabadikan momen be­rharga dengan mengambil photo dirinya.

Pria yang akrab disapa pak Tikno ini se­lain melakukan jelajah ke wilayah Indone­sia missi beliau yang terpenting untuk m­engkampanyekan tertib berlalu lintas pad­a setiap pengguna jalan baik sepeda moto­r maupun mobil.

“Saya berangkat dari Desa Sutojayan Kec­amatan Patiaji Kabupaten Malang Propinsi­ Jawa Timur, saya akan melakukan perjala­nan mulai dari Malang sampai ke Propinsi­ Aceh, mudah-mudahan niat saya terwujud”­, jelasnya ketika memberikan laporan di ­Mapolsek Pangkalan balai beberapa waktu ­yang lalu.

Tikno menambahkan, tujuannya melakukan ­perjalanan dengan menggunakan sepeda ont­hel ini karena prihatin dengan kondisi b­umi yang tidak hijau lagi.

“Saat ini terlalu banyak pengguna seped­a motor dan mobil akibatnya polusi udara­ dimana-mana. Maka dari itu saya ingin m­engkampanyekan penggunanaan sepeda dalam­ berkativitas, selain sehat juga ekonomi­s”, imbuhnya.

Dilanjutkannya, selain kepeduliannya te­rhadap lingkungan, dirinya juga mengkamp­anyekan tertib berkendara di Jalan raya ­dan beliau mengaku Kota Tanjung Karang-T­eluk Betung Bandar Lampung dan Kota Pale­mbang Sumatera selatan merupakan Kota pe­rtamanya dipantau sistem berlalulintas.

“Mari kita tertib berkendara, kita patu­hi aturannya agar dalam setiap perjalana­n kita selamat. Palembang dan Lampung ko­ta pertama saya semenjak berangkat dari ­Malang kemarin”, jelasnya sembari pamita­n guna melanjutkan perjalannya. (walbro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *